Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadis 13 Tahun Diperkosa Bergilir oleh Lima Orang di Buleleng Bali




 SINGARAJA– Kelakuan lima orang pemuda di Buleleng, ini benar-benar bejat.

Mereka menggilir seorang anak gadis berusia 13 tahun asal Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.

Mirisnya lagi, dari lima orang remaja yang melakukan aksi amoral itu, dua orang diantaranya masih berusia di bawah umur.

Peristiwa bermula saat korban berkenalan dengan I Dewa Made Purna Yoga alias Dewa Yoga, 19, warga Kelurahan Sukasada.

Korban kemudian membuat janji temu dengan tersangka Yoga pada Senin (26/4) dua pekan lalu. Mereka berdua sepakat bertemu di wilayah Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt.

Tersangka Yoga lantas mengajak korban ke sebuah rumah kos di Jalan Srikandi, Desa Sambangan.

Di rumah kos itu pada pukul 15.00, 26 April, tersangka Yoga sempat menyetubuhi korban. Usai menyetubuhi korban, tersangka Yoga langsung pulang ke rumahnya.

Sementara korban ditinggalkan begitu saja di rumah kos tersebut.

Selanjutnya pada pukul 18.30, korban berkenalan dengan tersangka Gede S alias K, 17, warga Desa Sambangan yang kebetulan melancong ke rumah kos itu.

Ternyata Gede S juga berusaha menyetubuhi korban. Tersangka disebut sudah sempat mencabuli korban, namun tersangka memilih pergi karena dipanggil rekannya.

Tak sampai di sana, korban kemudian diinapkan di rumah kos tersebut. Pada pukul 01.30 keesokan harinya, datang tersangka Putu A, 15, warga Desa Sambangan.

Tersangka langsung masuk ke kamar kos yang dihuni korban. Di sana tersangka Putu A menyetubuhi korban. Setelah menyetubuhi korban, tersangka Putu A pun pergi meninggalkan korban.

Kemudian pada pukul 03.00 dini hari, tersangka Komang Bangkit Arya Utama alias Bangkit, 19, warga Desa Kerobokan datang ke lokasi tersebut.

Tersangka Bangkit langsung masuk ke kamar yang dihuni korban, berdalih tidur-tiduran di sana. Tersangka pun menyetubuhi korban dan meninggalkan korban di kamar sendirian.

Pada pukul 09.00 pagi, korban kembali berkenalan dengan orang baru.

Yakni Putu Angga Pramayasa alias Angga, 19, warga Desa Penglatan. Tersangka Angga dan korban sempat ngobrol cukup panjang.

Tersangka kemudian masuk ke kamar korban dan menyetubuhi korban.

Tersangka Angga kemudian sempat mengajak korban jalan-jalan ke Pantai Penimbangan. Baru korban diajak kembali ke wilayah Tangguwisia.

“Pas di Tangguwisia, diamankan sama bapaknya korban ini. Karena bapaknya bingung anaknya semalam tidak pulang. Langsung tersangka ini dibawa ke Polsek Seririt,” ungkap KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, Selasa (11/5).

Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Mapolres Buleleng.

Setelah diminta memberi keterangan, korban mengaku sempat digilir lima pemuda. Polisi pun mengamankan kelima orang tersebut.

“Tiga orang kami tahan. Sedangkan yang dua lagi kami kenakan wajib lapor, karena masih di bawah umur,” tegas Suseno.

Sementara itu tersangka Yoga mengaku kenal dengan korban melalui aplikasi percakapan di ponsel.

Ia berdalih baru dua kali bertemu dengan korban. Ia juga mengaku tak mengenal tersangka lainnya, sebab ia meninggalkan korban di kamar kos.

“Baru kenalan dua bulan. Pertama kenalan lewat HP. Sempat ketemuan. Sekarang ketemuan yang kedua. Hanya hubungan teman saja,” ungkap tersangka.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.